Day to Day
Run! Run! Run for your life...!
Run! Run! Run for your life...!
Sambil mengistirahatkan mata tadi siang, saya pergi ke kantin kantor untuk sekedar doodling dan minum air teh manis. Tergoda melihat asbak warna "pink" saya pun menyalakan rokok. Maka terjadilah pembicaraan 3 batang rokok dengan sang asbak. Heran mengapa, asbak itu hanya bisa berkata, "once more gaaann...!"
Sebuah ambient ads yang sangat hebat... Award Winning kalo kata juri-juri cannes, new york festival, clio, atau apa lah namanya.
Kondisi krisisnya hampir sama nih dengan postingan sebelumnya... Tapi masih lebih baik lah... karena ada usaha untuk tampil beda... HAHAHHA....
Kenapa saya harus memilih orang-orang atau calon pemimpin yang seperti ini...? 1. Tidak memiliki kepercayaan diri, mendompleng ketenaran orang lain. 2. Ketauan kupernya, katanya mau jadi wakil rakyat, kok malah gak dikenal sama rakyatnya. Kembali mendompleng ketenaran orang lain. 3. Programnya gak jelas. Rakyat bebas dari belenggu penderitaan... begitu katanya, emang rakyat menderitanya seperti apa
Ketika saya harus memilih, saya pasti memiliki pertimbangan ini dan itu. Jika sedang memilih makanan di restoran, saya akan mempertimbangkan kira-kira bagaimana rasanya, udah pernah mencoba menu itu atau belum, harganya, dan haram atau halal. Atau jika saya ke supermarket dan membeli makanan disana, pertama kali yang saya pertimbangkan adalah masa kadaluarsanya. Lalu kali ini,
Percaya atau tidak, tahun 2009 ini adalah tahun yang penuh kemalasan, berikut petikan sajak yang saya nukilkan berdasarkan wangsit yang saya terima semalam. 2009 Tahun Kerbau Kerbau suka main di sawah Di sawah banyak pak tani Pak tani membantu swasembada beras Beras 1500 untuk rakyat miskin Miskinnya rakyat Indonesia karena pemimpinnya korup Korup deh yang
Seorang anak kecil, laki-laki berusia 8 tahun dengan dua orang adiknya yang masing-masing berusia 6 tahun dan 4 tahun. Berlari ke dalam rumah memanggil ibunya yang sedang memasak. "Mamaaaaa... sebentar lagi tahun baru... Kita beli kembang api ya..." teriak anak tertua. "Oh, iya, sebentar lagi tahun baru ya... Nanti kita beli ya sama Papa juga",
Entah mengapa dalam tulisan ini saya menambahkan angka 3 dibelakangnya. Mungkin jiwa eksistensialis saya yang menginginkannya. Karena pada dasarnya saya ini pemalu, tidak ingin terlalu tampil. Tapi ternyata saya sudah tampil 3 kali dalam dunia "ini". Suatu hari setahun yang lalu, saya sedang menghabiskan malam bersama seorang teman dan beberapa rekan kantornya di sebuah restoran